Selasa, 13 Desember 2011

The Book of Life: Strawberry (Penelitian Terhadap Pertumbuhan Stolon pada Strawberry "Fragaria ananassa")


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
Fragaria ananassa atau yang biasa dikenal dengan stroberi merupakan jenis tanaman yang sangat populer di kalangan masyarakat, baik di negara maju maupun di negara berkembang, baik di perkotaan maupun pedesaan. Di Indonesia, tanaman ini telah banyak  dibudidayakan. Hal ini dikarenakan tanaman ini memberikan potensi ekonomi yang sangat baik dan banyak sekali peminat stroberi di kalangan masyarakat sehingga membutuhkan banyak lahan-lahan usaha pembudidayaan stroberi. Selain dari bentuk, warna dan rasanya yang unik, stroberi ini banyak sekali mengandung segudang manfaat bagi manusia.
Walaupun jenis tanaman ini sangat populer di kalangan masyarakat, kajian ilmiah dan pengetahuan mengenai tanaman ini tidak begitu banyak dikembangkan kepada masyarakat. Beberapa informasi mengenai kajian ilmiah tanaman ini berada dalam keadaan tercecer dalam arti tidak dibundel dalam satu berkas utuh. Oleh karena itu, dalam penyusunan buku perikehidupan ini penulis berusaha untuk membuat kajian ilmiah mengenai Fragaria ananassa yang disusun berdasarkan literatur khusus mengenai stroberi.
1.2    Permasalahan
Permasalahan yang penulis ambil adalah bagaimana proses perkembangbiakan stroberi. Sebagaimana yang telah diketahui, stroberi berkembang biak dengan stolon. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana pertumbuhan dan perkembangan stolon pada stroberi. Sangat jarang ditemukan buku atau literatur mengenai pertumbuhan dan perkembangan stolon pada stroberi. Oleh karea itu, penulis berusaha untuk membuat suatu penelitian kecil dan sederhana untuk mngetahui pertumbuhan dan perkembangan stolon pada stroberi. Dalam buku ini akan dijelaskan sedikit penjelasan mengenai pertumbuhan dan perkembangan stolon pada stroberi melalui penelitian yang sangat sederhana yang telah penulis lakukan.
1.3    Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan buku ini adalah untuk memberikan sedikit pengetahuan bagi para pembaca mengenai Fragaria ananassa walaupun tidak begitu menyeluruh dan mendalam. Di samping itu, penulis mengharapkan agar pembaca lebih mencintai tumbuh-tumbuhan yang telah diketahui sangat banyak memberikan manfaat sehingga dapat melestarikan tumbuhan di negara kita. Adapun tujuan dari penelitian sederhana yang penulis lakukan mengenai pertumbuhan dan perkembangan stolon pada stroberi adalah agar memberikan pengetahuan mengenai bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan stolon pada Fragaria ananassa yang mana stolon merupakan organ perkembangbiakan stroberi, yang kemungkinan pembaca tertarik untuk membudidayakan stroberi. Penulis hanya berharap semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca.
1.4    Manfaat
Buku perikehidupan ini juga menjelaskan mengenai manfaat-manfaat yang terkandung dalam buah stroberi. Pembaca mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat-manfaat  dari buah stroberi yang menarik bagi pembaca. Selain itu, penulis menjelaskan secara singkat pembudidayaan tanaman stroberi bagi pembaca yang mungkin tertarik untuk membuka usaha perkebunan stroberi. Pembaca juga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari buku ini dalam kehidupan sehari-hari. 

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1  Sekilas Tentang Rosaceae


Gambar II.1. Bunga Rosa arvenis, salah satu spesies Rosaceae
Rosaceae atau suku mawar-mawaran adalah sebuah famili tumbuhan yang besar, terdiri dari 3,000-4,000 spesies di dalam 100-120 genus. Mawar termasuk di dalam famili ini, demikian pula apel, pir, arbei, stroberi, prem, persik, ceri, lokat, dan sebagainya. Daun pada famili ini selalu tersusun bersilangan dan biasanya disetai daun penumpu (stipula), semacam kuncup pada pangkal daun. Bunganya selalu berkelamin ganda, dan berisi banyak benang sari serta putik. Sangat sedikit anggota famili ini yang beracun. Akan tetapi semak mawar yang berbunga bisa berbahaya, karena pada batangnya terdapat duri-duri tajam yang merupakan pelindung dirinya.
Famili besar ini dapat dibagi menjadi empat subfamili, dua tribus, dan sekelompok genus yang tidak dapat dimasukkan ke kelompok-kelompok sebelumnya:
p    Subfamili Rosoideae: Biasanya berbuah kecil dan seringkali bagian yang berdaging adalah hypantium (tangkai pendukung daun buah). Lima sampai enam tribus dan 20-an genus. Contoh: stroberi, mawar, blackberry.
p    Subfamili Spiraeoideae: Biasanya berbuah tak berdaging dengan lima kapsula. Contoh: Spiraea, Sorbaria dan kerabatnya.
p    Subfamili Maloideae (atau Pomoideae): Mencakup kelompok dengan buah tipe apel (pomus), dengan lima kapsula terbungkus endokarpium. Contoh: apel, pir, quince, dan lokuat.
p    Subfamili Amygdaloideae (atau Prunoideae): Biasanya berbuah drupa, Terdiri dari empat genus: Maddenia, Oemleria, Prinsepia and Prunus. Contoh: prem, persik, amandel, ceri, dan aprikot.
p    Tribus Dryadeae: Buah kotak (achenium) dengan putik berambut. Beranggotakan lima genus: Dryas, Cercocarpus, Chamaebatia, Cowania, dan Purshia. Banyak jenisnya yang bersimbiosis dengan bakteri bintil akar pengikat nitrogen Frankia.
p    Tribus Neillieae: Neillia (termasuk Stephanandra) dan Physocarpus.
Beberapa genus seperti Kerria, tidak dapat dimasukkan ke dalam salah satu kelompok di atas.
 
Gambar II.2. Persebaran Rosaceae di dunia
Rosaceae tersebar di hampir seluruh bagian dunia. Spesies Rosaceae sangat banyak sehingga memungkinkan untuk tumbuh di seluruh belahan dunia.

 
Manfaat:
Beberapa jenis suku mawar-mawaran (Rosaceae) yang terkenal antara lain Sarfajal Jepang (Chaenomeles japonica) yang disukai para pekebun karena bunganya yang merah dan indah. Arbei India (Duschenia indica) memiliki bunga berwarna kuning dan buah yang tidak beras. Lokat (Eriobotrya japonica) adalah perdu hijau abadi kecil daerah subtropis. Bunganya berwarna kuning-putih dan mekar pada musim dingin. Pada musim semi buahnya sudah masak, kuning dan dapat dimakan.







2.1  Mengenal Fragaria ananassa
2.1.1   Taksonomi
Kingdom          : Plantae
Divisio              : Magnoliophyta
Classis              : Magnoliopsida
Ordo                 : Rosales
Family              : Rosaceae
 
Gambar II.3.
Fragaria ananassa
Subfamily        : Rosoidae
Genus               : Fragaria
Species             : Fragaria ananassa

2.1.2   Sekilas Tentang Genus Fragaria
Fragaria (ejaan Inggris: [frəˈɡeɪriə]) adalah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga mawar (Rosaceae) yang dikenal secara umum dengan nama stroberi karena buahnya yang bisa dikonsumsi. Ada lebih dari 20 spesies dan banyak hibrida dan kultivarnya. Stroberi yang paling sering dibiakkan adalah stroberi kebun (Fragaria ananassa). Stroberi adalah buah komersial yang sangat penting, yang dibiakkan di berbagai belahan dunia. 


Ada lebih dari 20 spesies Fragaria di seluruh dunia. Kunci pengelompokan spesies stroberi ini adalah berdasarkan jumlah kromosomnya. Ada tujuh jenis kromosom utama yang terdapat di seluruh spesies. Beberapa spesies adalah diploid yaitu mempunyai dua pasang dari ketujuh kromosom menjadikan jumlahnya 14 kromosom. Yang lainnya merupakan tetraploid yaitu memiliki empat pasang dari ketujuh kromosom menjadikan jumlahnya 28 kromosom, hexaploid (6 pasang), oktoploid (8 pasang) atau dekaploid (10 pasang).
2.1.1   Anggota Genus Fragaria
Berikut adalah sebagian dari banyak anggota genus Fragaria. Pembagian kelompok berdasarkan jumlah kromosomnya yaitu sebagai berikut:
v  Spesies diploid:
p   
(b)
Fragaria nilgerrensis
p   
(a)
(b)
(d)
Fragaria vesca
v  Spesies tetraploid:
p  
(d)
(c)
Fragaria moupinensis
p       Fragaria orientalis
Spesies hexaploid:
Fragaria moschata
Spesies oktoploid dan variannya:
Fragaria ananassa
 


Gambar II.4. Contoh-contoh spesies anggota genus Fragaria. (a) Fragaria daltoniana, (b) Fragaria nipponica, (c) Fragaria iinumae, (d) Fragaria vesca, (e) Fragaria nilgerensis, (f) Fragaria moschata, (g) Fragaria orientalis, dan (h) Fragaria virginiana
Fragaria chiloensis
v  Spesies dekaploid dan variannya:
Fragaria × Potentilla
p                Fragaria × vescana
Sebenarnya masih banyak lagi spesies-spesies dari anggota genus Fragaria. Tetapi penulis hanya mencantumkan beberapa saja.


 2.1.1   Sejarah Singkat dan Biogeografi
Stroberi (inggris: Strawberry) merupakan tanaman buah berupa herba dengan bahasa Latinnya   Fragaria ananassa sejak zaman Romawi. Stroberi untuk pertama kalinya ditemukan di Chili, Amerika Selatan dengan bahasa Latinnya Fragaria chiloensis. Sedangkan stroberi yang berasal dari Amerika Utara dengan bahasa latinnya Fragaria ananassa, Stroberi yang berasal dari Chili, Amerika Selatan menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Sesuai dengan perkembangan zaman, tanaman stroberi yang dibudidayakan jenis Fragaria ananassa berasal dari Amerika Utara  merupakan persilangan antara jenis Fragaria virginiana dengan jenis Fragaria chiloensis yang dilakukan pada tahun 1750.
Tanaman stroberi yang pertama kali masuk ke Indonesia jenis Fragaria vesca. Pertengahan tahun 1990-an tanaman stroberi mulai dikenal dan dikembangkan petani Indonesia khususnya petani Rancabali, Bandung, Jawa Barat. Sekarang ini tanaman stroberi dapat dijumpai di Sukabumi, Cipanas, Lembang, Batu dan Bedugul di Bali. Di Cianjur ditanam varietas Hokowaze asal Jepang yang cepat berbuah. Petani Lembang (Bandung) yang sejak lama menanam stroberi, menggunakan varietas lokal Benggala dan Nenas yang cocok untuk membuat makanan olahan dari stroberi seperti jam.



2.1  Kajian Ilmiah
2.1.1        Deskripsi Morfologi
2.1.1.1              Batang
Batang stroberi sangat pendek dan terdapat banyak daun di setiap buku. Pada ketiak daun terdapat pucuk aksilar yang akan berkembang menjadi stolon (sulur) dan akan membentuk akar. Tanaman stroberi tampak seperti rumpun tanpa batang. Batang utama dan daun tersusun rapat disebut Crown.
2.1.1.2              Daun
Gambar II.5. Daun stroberi tampak dari atas
Masa pertumbuhan vegetatif membentuk daun-daun baru setiap 8–12 hari dan bertahan 1–3 bulan kemudian kering. Daun Stroberi dengan tepi bergerigi merupakan daun trifoliate (tiga helai anak daun). Pada setiap daun terdapat 300-400 stomata (mulut daun). Daun stroberi merupakan daun majemuk dengan 3 anak daun (trifoliatus). Bentuk daun stroberi bulat telur dengan tepi bergerigi. Daun memiliki tipe pertulangan craspedodromous, yaitu tulang daun sekunder mencapai tepi daun. Daun berwarna hijau tua sampai hijau muda. Seluruh permukaan terdapat banyak rambut atau trikoma rambut. Hampir di seluruh tubuh tanaman stroberi terdapat rambut-rambut yang tak lain adalah trikoma rambut. Tangkai daun berwarna hijau kemerahan, berukuran panjang dan ramping.
2.1.1.3              Akar
Tanaman stroberi dewasa mempunyai 20-35 akar primer dengan panjang 40 cm. Akar primer dapat bertahan lebih dari 1 (satu) tahun. Akar tua akan digantikan dengan akar baru tumbuh dari ruas yang paling dekat dengan akar primer tersebut. Dari akar primer akan tumbuh pula rambut-rambut akar. Akar berwarna putih kecoklatan, kadang berwarna merah pada akar yang tidak tertutup tanah.
2.1.1.4              Bunga
Bunga tanaman stroberi mempunyai 5 sepal (kelopak bunga), 5 petal (daun mahkota) dan 20-35 stamen (benang sari) dan ratusan pistil (putik) yang menempel pada receptacle (dasar bunga) dengan pola melingkar.
Bunga tersusun dalam infloresens (malai) terletak di ujung tanaman. Infloresens terdiri dari batang utama dan batang cabang. Infloresens mempunyai 1 bunga primer, 2 sekunder, 4 tersier, 8 kuarterner dan 16 kuiner.
Bunga yang pertama mekar adalah bunga primer, disusul bungan sekunder, tersier dan kuartener. Saat bunga mekar, anther (alat kelamin jantan/benang sari) akan merekah secara membujur dan tepung sari siap untuk menyerbuki kepala putik dan membuahi ovulum (bakal biji). Stigma (kepala putik) siap menerima tepung sari akan terasa kasar dan lengket dan akan bertahan selama beberapa hari. Penyerbukan terjadi diakibatkan bantuan angin, gaya berat dan serangga.
(c)
2.1.1.5              Buah
Bentuknya unik, persis seperti bentuk hati. Buah yang sudah matang berwarna merah. Warna merah pada stroberi matang sangat beralasan. Warna merah itu disebabkan karena buah ini kaya pigmen warna antosianin dan mengandung antioksidan tinggi.
Gambar II.7. Buah Fragaria ananassa yang sudah masak
(a)
Buah merupakan buah ganda karena berasal dari banyak putik dalam satu bunga. Buah stroberi termasuk ke dalam buah buni, karena daging buahnya lunak. Buah stroberi juga merupakan buah semu karena buah berasal dari dasar bunga atau reseptacle yang berkembang.  Biji dari stroberi berupa bintik-bintik yang terlihat seperi “jerawat”. Biji sangat keras, berwarna kuning sampai
(a)
(b)
merah kecoklatan. Sisa putik biasanya masih ada, berbentuk seperti rambut kecil.
Gambar II.8. (a) macam-macam jenis buah stroberi, (b) Biji stroberi yang diambil dari buah yang sudah masak
(b)
(a)
Pada buah stroberi, kelopak bunga masih utuh, bersifat persisten. Berwarna hijau sehingga membuat buah semakin menarik. Kelopak ini juga memiliki trikoma rambut sehingga terlihat seperti agak berambut. Buah sangat lunak dan rentan terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Kulit buah sangat tipis dan lunak, daging buahnya pun lunak. Sehingga, apabila buah tersebut ditempatkan di tempat yang panas, buah ini akan cepat lembek. Buah ini sangat rentan terhadap suhu, cahaya matahari dan kelembaban udara. Apabila buah stroberi terkena cahaya matahari langsung yang kuat, maka akan menjadi lembek. Begitu pula apabila ditempatkan dalam suhu yang tinggi, buah ini pun cepat lembek. Untuk itu, perlu kehati-hatian dalam menyimpan buah yang cantik tapi rentan ini. Buah stroberi sangat mudah membusuk. Apabila sudah membusuk, harus segera dipisahkan dengan buah lainnya karena cepat menular.
2.1.1.6             
Gambar II.9. Potongan membujur buah stroberi menunjukkan struktur dalam
Stolon
Geragih atau stolon merupakan modifikasi batang yang biasanya dikembangkan oleh tumbuhan terna. Stolon, sebagaimana rizoma, dapat menjadi alat perbanyakan vegetatif, terutama bila tumbuh akar di sekitar buku tanaman muda.
Gambar II.10. Stolon pada stroberi
Stolon adalah batang horizontal yang menjalar di atas atau dalam tanah maupun air. Pada buku-buku batangnya tumbuh tunas dan membentuk akar. Setelah beberapa waktu tanaman ini tumbuh memanjang dan menjauhi induknya lalu membengkok ke atas membentuk individu baru.
Stolon merupakan percabangan panjang suatu tanaman yang tumbuh horizontal ke permukaan tanah dan menghasilkan tanaman baru pada ujungnya. Stolon memiliki nodus dan ruas, juga terdapat stipula sebagai kuncup yang melindungi bagian yang akan tumbuh menjadi akar dan tunas. Stolon timbul dari dasar tanaman.
Pada stroberi, stolon tumbuh dari batang di atas permukaan tanah. Ujung dari stolons menghasilkan akar dan daun. Biasanya setelah pembentukan stolon yang baru, stolon akan putus dalam satu atau dua tahun, kadang hanya beberapa bulan, sedangkan rimpang biasanya tetap utuh selama bertahun-tahun bahkan bertambah panjang untuk kelangsungan hidup tanaman tersebut. Rimpang berperan sebagai penyimpanan nutrisi dan paling sering ditutupi dengan daun tipis tipis (biasanya berwarna kecoklatan tembus) dan berupa sisik-sisik. Sedangkan stolon tidak ditutupi daun tetapi memiliki sisik seperti daun pada nodus seperti stipula yang biasanya berwarna putih. Stolon terlihat seperti etiolasi batang yang orientasi pertumbuhannya vertikal atau ke atas untuk mendapatkan cahaya. Pertumbuhan horizontal stolon merupakan hasil dari interaksi hormon yang berbeda yang dihasilkan pada titik tumbuh dan hormon dari tanaman utama, dengan beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa stolon dan pertumbuhan rimpang dipengaruhi oleh jumlah cahaya yang teduh. Tanaman yang terkena sinar yang terlalu banyak menghasilkan stolon yang sedikit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar